“Penggunaan Digital Library system (dls) di Perguruan Tinggi”

KATA PENGANTAR
Syukur, Alhamdulillah….
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan karunia-Nya dengan keutamaan yang besar sehingga penyusun dapat menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat serta salam tercurah limpahkan kepada nabi tauladan kita nabi Muhammad SAW.
Penyusun menyusun makalah ini bertujuan ”Untuk Memenuhi salah satu Tugas Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Sistem Informasi Pendidikan (SIP) Semester 4 di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Jurusan Administrasi Pendidikan.”
Penyusunan Makalah ini mendapatkan bantuan dari berbagai pihak berupa bimbingan, saran dan petunjuk yang bersifat moril, spiritual, maupun materil yang berharga. Oleh karena itu sebagai manifestasi rasa syukur penyusun mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Drs. Aceng Muhtaram, M.Pd, Suryadi, M.Pd dan Dedy Achmad Kurniady, M.Pd selaku Dosen Mata Kuliah Sistem Informasi Pendidikan.
2. Rekan-rekan sejurusan Administrasi Pendidikan terutama angkatan 2008 yang senantiasa memotivasi pada penyusun.
3. Semua pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu-persatu yang telah membantu secara moril maupun spiritual dalam penyusunan makalah ini.

Semoga Allah SWT membalas semua kebaikannya, Amiin. Penyusun mengharapkan respon dan saran yang sifatnya konstruktif dari semua pihak demi perbaikan dalam penyusunan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penyusun khususnya maupun bagi pembaca serta bagi pengembangan ilmu pengetahuan terutama ilmu Pendidikan.
Bandung, Juni 2010

Penyusun

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pendidikan untuk peradaban, Perkembangan teknologi dan informasi diera globalisasi semakin pesat seiring dengan perkembangan zaman dan lajunya kebutuhan. Terlebih lagi pada sistem pengolahan data yang diperlukan oleh sebuah organisasi juga memberi dukungan dan pengolahan fungsi-fungsi manajemen serta mengambil keputusan. Kebutuhan akan informasi menjadi hal terpenting dalam perkembangan zaman. Kondisi seperti ini menuntut sebuah perkembangan teknologi informasi untuk semakin canggih dan menghasilkan sebuah informasi yang unggul, efektif, efisien, dan akurat.
Sistem informasi pengolahan data yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi dipergunakan untuk tujuan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, melihat kembali dan juga untuk menyalurkan informasi itu sendiri. Komputer merupakan salah satu cara atau sarana yang dapat membantu dalam sistem tersebut, sehingga sistem informasi tersebut akan mempunyai nilai lebih dari pada sebuah sistem yang diolah secara manual, juga akan menghasilkan suatu sistem informasi yang efisien dan mempunyai produktifitas yang tinggi.
Komputer memiliki keunggulan yang nyata untuk mempercepat pengolahan data dalam jumlah yang lebih besar melalui “sistem pengolahan data”. Sistem pengolahan data merupakan sistem yang menggunakan media komputer sebagai alat untuk menghasilkan sebuah informasi yang lebih baik, sehingga dapat memberi manfaat dalam kemudahan bagi pemakainya.
Perpustakaan adalah salah satu komponen yang penting dalam menunjang terselenggaranya pendidikan yang berkualitas. Untuk mencapai hal itu, perpustakaan perlu menjalin kerjasama dan berbagai informasi antara satu dengan yang lainnya untuk memperluas jangkauan akses pengguna. Selain itu, kerjasama pertukaran data dapat mengurangi waktu dan biaya untuk mencari bahan pustaka di perpustakaan yang tersebar secara geografis. Kerjasama pertukaran data dapat merintis inter library loan yang pada akhirnya dapat meningkatkan penetrasi dan kualitas ilmu pengetahuan dan budaya di masyarakat. Menghubungkan perpustakaan di Indonesia bukanmerupakan hal yang mudah, setiap perpustakaan biasanya mengimplementasikan sendiri system informasi menurut kebutuhan masing-masing. Salah satu contohnya sebuah perpustakaan sekolah memerlukan komputer sebagai alat untuk mempermudah kegiatan pinjam meminjam yang sering terjadi Dalam pengolahan sebuah data perpustakaan pada sebuah sekolah harus dibuat secara cermat dan teliti dalam penulisannya dan diusahakan memiliki tujuan untuk mudah dimengerti oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Dari data tersebut perpustakaan sekolah dengan mudah dapat mengetahui data-data tentang berbagai hal yang diperlukan. Selain itu kemudahan ini juga dapat membantu berbagai pihak dalam proses pengambilan keputusan.

1.2 Identifikasi Masalah
Dari pembahasan Sistem informasi Pendidikan mengenai Digital Library Sistem di dapat di identifikasi satu masalah crusial yang harus di pecahkan & di cari solusinya yaitu “ Masih kurangnya pengefektifan Digital Library Sistem di perpustakaan “

1.3 Batasan Masalah & Rumusan Masalah
• Batasan Masalah
Untuk membatasi pembahasan agar tidak terlalu meluas, maka kami membatasi pembahasan masalah pada Ruang lingkup yang lebih spesifik dan terdekat yakni Sistem Perpustakaan Digital di Universitas Pendidikan Indonesia.
Kami membatasi masalah pada bahasan “ Masih kurangnya pengefektifan Digital Library System di perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia“
• Rumusan Masalah :
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka rumusan masalah yang akan kami bahas adalah :
1. Apa yang menyebabkan kurangnya pengefektifan Digital Library Sistem di perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia?.
2. Bagaimana cara agar informasi data perpustakaan dapat digunakan dengan mudah dan akurat?.
3. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan guna pengefektifan Digital Library Sistem di perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia?.

1.4 Pendekatan dan Metode
Pendekatan yang kami gunakan dalam membahas permasalahan “Masih kurangnya pengefektifan Digital Library System di perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia“ pendekatan Multiaspek dengan metode Kualitatif dan Kuantitatif yaitu dengan cara :
1. Observasi langsung ke perpustakaan UPI
2. Membaca buku berbagai referensi tentang Sistem informasi Pendidikan mengenai Digital Library Sistem di Perguruan tinggi.
3. Browsing internet : browsing internet merupakan pelengkap, sebagai salah satu referensi untuk mengolah data & mencari informasi-informasi yang berkaitan dengan masalah mengenai Digital Library System di Perguruan tinggi.

1.5 Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Pada Bab ini di jelaskan tentang :
1.1 Latar belakang Masalah
1.2 Identifikasi Masalah
1.3 Batasan Masalah & Rumusan Masalah
1.4 Pendekatan dan Metode
1.5 Sistematika Penulisan
BAB II Landasan Teori
BAB III Pembahasan
Pada bab ini di jelaskan mengenai kondisi Sistem Perpustakaan Digital (Digital Library System) yang ada di Universitas Pendidikan Indonesia, factor penyebab masih kurangnya pengefektifan Digital Library System dan juga solusi dari berbagai aspek permasalahan tersebut.
BAB IV PENUTUP
Pada bab ini penulis menjelaskan tentang kesimpulan dan saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
LANDASARAN TEORI

2.1 Perpustakaan
 Pengertian
Kebanyakan orang beranggapan bahwa perpustakaan adalah sebuah gedung atau ruangan yang didalamnya dipenuhi dengan jajaran rak-rak yang terisi dengan buku-buku. Anggapan ini tidak terlalu salah, karena kata dasar perpustakaan adalah Pustaka. Yang dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia berarti Kitab/buku. sedang dalam bahasa Inggris, perpustakaan adalah Library, yang berasal dari kata latin liber atau libri yang artinya Buku. Dalam bahasa belanda perpustakaan disebut juga bibliotheek, dan bahasa Perancis bibliotheque. Semua istilah ini berasal dari kata biblia dari bahasa Yunani yang artinya tentang buku, kitab. Dengan demikian tidaklah aneh apabil istilah perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku atau kitab.
Saat ini, perpustakaan digital merupakan istilah yang sering dimunculkan oleh perpustakaanperpustakaan di Indonesia. Perpustakaan digital memiliki konsep yang sama dengan perpustakaan konvensional. Namun definisi digital library mengalami perkembangan terus­ menerus seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Berikut adalah beberapa definisi digital library yang diperolehdari berbagai sumber, yaitu : • Menurut Digital Library Federation (DLF) Digital library merupakan suatu organisasi yang menyediakan sumbersumber, termasuk staf-staf ahli, untuk memilih, menyusun, menawarkan akses intelektual, menterjemahkan, mendistribusikan, memelihara integritas koleksi-koleksi dari pekerjaanpekerjaan digital sehingga mereka tersedia secara cepat dan ekonomis untuk digunakan/dimanfaatkan oleh komunitas tertentu atau kumpulan komunitas
 Menurut William Arms Digital library adalah kumpulan informasi yang tertata dengan baik beserta layanan-layanan yang disediakannya. Informasi ini disimpan dalam format digital dan dapat diakses melalui jaringan komputer. [13]
 Menurut José Luis Borbinha, J. Ferreira, J. Jorge, & J. Delgado Perpustakaan digital bukan hanya sebagai tempat penyimpanan yang menyediakan layanan untuk menjaga, mengorganisasikan dan memberikan akses terhadap data yang dimilikinya. Perpustakaan digital seharusnya juga berperan sebagai sistem untuk menyebarkan informasi, dan sebagai sarana yang secara aktif mempromosikan, menyokong dan merekam proses pembentukannya.
 Bisa kita tarik kesimpulan bahwa batasan perpustakaan adalah sebuah ruangan atau bagian sebuah gedung yang digunakan untuk menyimpan buku atau terbitan lain yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca. Dalam pengertian buku dan terbitan lainnya termasuk didalamnya, semua bahan cetak (buku, majalah, laporan, pamphlet, prosiding, berbagai karya media audio-visual seperti film, slide, kaset, mikrofis dan lain-lain.(Sulistyo-Basuki, 1991).
Sebuah sistem perpustakaan digital akan membagi tanggung jawab antara pustakawan dan computer dalam rangka menyelesaikan tugas-tugas yang ada. Sebagai contoh adalah pada proses peminjaman dimana pustakawan bertugas melakukan scanning terhadap kartu peminjam dan koleksi yang dipinjam sedangkan komputer bertugas memproses hasil scanning tersebut dan memasukkan informasinya ke dalam tabel peminjaman yang ada dalam basis data (data base). Dapat dikatakan bahwa sistem perpustakaan digital merupakan sebuah perpustakaan dimana seorang pustakawan dalam menyelesaikan tugastugasnya dibantu oleh komputer. Di dunia perpustakaan, ada beberapa protokol yang dapat digunakan untuk melakukan proses pertukaran data. Salah satu protokol pertukaran data yang banyak dikenal adalah Z39.50 . Protokol ini merupakan protokol generasi awal yang bersifat interaktif. Interaksi antara penyedia data dan pencari data terjadi secara real time, jawaban yang didapat oleh pengguna adalah data real time dari penyedia data. Protokol lain yang populer adalah OAIPMH (Open Archive Initiative Protocol for Metadata Harvesting). Sesuai dengan namanya, dalam protokol ini pengumpul data (service provider) mengumpulkan data dari data provider dalam interval waktu tertentu. Hasil yang didapatkan pengguna bukan merupakan hasil real time yang terdapat pada data provider. Selain protokol yang disebutkan sebelumnya, ada beberapa protokol yang umum digunakan di dunia komputer sebagai media pertukaran data. Beberapa contoh protokol lain yang banyak digunakan adalah RPC (Remote Procedure Call), web service ataupun protocol-protokol lain yang berbasis clientserver.

2.2 Digital
 Pengertian
Elektronika berasal dari Elektron yang ditemukan oleh Thomson pada tahun 1897, dan ia dapat membuktikan bahwa muatannya adalah negative. Sedang konsep planet mengatakan bahwa benda tersusun dari atom-atom, dan setiap atom mengandung inti yang bermuatan positif (Proton) dan dikelilingi oleh elektro-elektron yang beredar disekitanya. Didalam kabel tembaga, elektron-elektron (negative) mengalir menuju terminal proton (positif), dengan pengaruh suatu medan listrik. Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1atau off dan on (bilangan biner). Sistem kerja digital tidak lepas dari pengaruh electron yang mengalir menuju proton, sehingga prinsip kerja dari digital dimanfaatkan sebagai sistem penjegal atau pengatur dari tenaga lairan elektron ke proton. Adapun semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai proses dari basis datanya.

2.3 Perpustakaan Digital
 Pengertian
Perputakaan digital adalah sebuah sistem perpustakaan yang mengunakan elektronik dalam menyampaikan informasi dari sumber yang dimiliki. Media elektronik yang digunakan dapat diartikan secara luas seperti melalui computer, telepon internet dan sebagainya. Perpustakaan Digital merupakan sekumpulan kegiatan yang menggabungkan koleksi-koleksi, layanan dan sumber daya manusia untuk mendukung penuh siklus penciptaan, diseminasi, pemanfaatan dan penyimpanan data informasi, serta pengetahuan dalam segala bentuk format yang telah dievaluasi, diatur, diarsip dan disimpan. Juga perpustakaan Digital merupakan konsep penggunaan internet atau intranet dan teknologi informasi dalam manajemen perpustakaan. Penerapan sisitem perpustakaan digital ini akan sangat membantu pustakawan dan para pengguna perpustakaan. Bagi pustakawan, sistem ini akan sangat membantu pekerjaan mereka melalui fungsi-fungsi otomasi yang tersedia, sehingga proses pengelolaan perpuskaan akan menjadi efektif dan efisien. Sistem ini juga sangat membantu pengguna perpustakaan dalam mengakses semua informasi yang tersedia pada database perpustakaan.
Perubahan paradigma baru pada perpustakaan modern saat ini yang lebih menempatkan perpustakaan sebagai knowlidge manager atau expertise dalam proses knowlidge transfer, maka dukungan perpustakan terhadap akademik diharapkan akan jauh lebih baik dan nampak nyata.
Semua proses tersebut akan dapat terwujud bila terjadi perubahan-perubahan terhadap kegiatan kepustakaan, peningkatan profesionalisme sumber daya manusia dalam hal knowlidge management dan penguasaan teknologi, improvisasi bentuk layanan informasi, dan kehadiran teknologi informasi.
Untuk mencapai tujuan ini disadari bahwa bidang pembangunan infrastruktur jaringan teknologi informasi seperti intranet dan internet akan turut mempercepat pertumbuhan kemajuan suatu bangsa. Pembangunan sever intranet sebagi salah satu bagian pembangunan infrastruktur teknologi informasi sangat dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat pada era informasi ini. Dengan kata lain bahwa intranet menjanjikan kecanggihan tekhnologi informasi masa ini, bersamaan dengan perkembangan internet. Konektivitas nya dengan internet menjadikan jaringan lokal intranet sebagai primadona jaringan lokal.

2.4 Pengelolaan Dokumen Elektronik
Pengelolaan dokumen elektronik memerlukan teknik khusus yang memiliki perbedaandengan pengelolaan dokumen tercetak. Proses pengelolaan dokumen elektronikmelewati beberapa tahapan, yang dapat kita rangkumkan dalam proses digitalisasi,penyimpanan dan pengaksesan/temu kembali dokumen. Pengelolaan dokumen elektronik yang baik dan terstruktur adalah bekal penting dalam pembangunan sistemperpustakaan digital (digital library)

2.5 Proses Digitalisasi Dokumen
Proses perubahan dari dokumen tercetak (printed document) menjadi dokumenelektronik sering disebut dengan proses digitalisasi dokumen. Seperti pada Gambar 1,dokumen mentah (jurnal, prosiding, buku, majalah, dsb) diproses dengan sebuah alat(scanner) untuk menghasilkan doumen elektronik. Proses digitalisasi dokumen ini tentutidak diperlukan lagi apabila dokumen elektronik sudah menjadi standar dalam proses dokumentasi sebuah organisasi.

2.6 Proses Penyimpanan
Pada tahap ini dilakukan proses penyimpanan dimana termasuk didalamnya adalah pemasukan data (data entry), editing, pembuatan indeks dan klasifikasi berdasarkansubjek dari dokumen. Klasifikasi bisa menggunakan UDC (Universal Decimal Classification) atau DDC (Dewey Decimal Classfication) yang banyak digunakan di perpustakaan-perpustakaan di Indonesia.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Kondisi Objektif Digital Libarry System di UPI
Berdasarkan hasil Observasi langsung yang saya temukan terdapat salah satu format system perpustakaan digital yang ada seperti berikut :
1)
Lakukan pencarian berdasarkan kriteria yang anda inginkan.
________________________________________

Kriteria Pencarian

________________________________________
Pencarian berdasar nama Pembimbing

________________________________________
Berdasarkan kata kunci

2) Di perpustakaan UPI hanya terdapat empat buah computer berlayar lcd yang mempunyai system perpustakaan digital (Digital Library System).
Ke-empat computer tersebut terlihat jarang sekali dirawat, sehingga system yang ada pada computer itu sering eror, mungkin hanya satu computer saja yang bisa digunakan untuk bisa mencari buku (DLS).
Kurang efektifnya penggunaan system pepustakaan digital di UPI ini, hal itulah yang saya angkat dalam makalah ini, karena pepustakaan adalah tempat yang sangat penting bagi semua civitas akademika untuk bisa meningkatkan kualitas/mutu belajar mereka.

3.2 Faktor-faktor penyebab Masih kurangnya pengefektifan Digital Library Sistem di perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia.

Budaya
Di UPI ini terbiasa mengakses segalanya manual, hal tersebut telah dilakukan sebelumnya, sehingga ada kecenderungan sulit apabila mengubah kebudayaan itu sendiri.
Sosial
Kurang adanya kepekaan social pengelola perpustakaan di UPI ini, sehingga system perpustakan digital ini hanya ada satu (1) komponen saja yang bisa efektif berjalan.
Ekonomi
Karena UPI itu sendiri menganut system BHMN UPI kesulitan untuk bisa memperhatikan system perpustakaan yang berlaku yang dikarenakan terlalu banyak keluar uang untuk memperbaiki system yang lainnya yang ada di UPI yang dianggap lebih penting dari ini.

3.3 Solusi / Alternatif pemecahan Masalah
Berbicara mengenai kendala, hal yang pasti selain keterbatasan alat dan teknologi, juga masalah organisasi dan budaya. Dan tetap perlu untuk memperhatikan kepuasan pengunjung yang datang dengan kualitas, variasi dan kecepatan akses dengan biaya relatif rendah.
Pemecahan masalah dari aspek budaya
Civitas akademika berasal dari berbagai suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), dengan berbagai latarbelakang aspek kehidupan yang berbeda, pihak pengelola perpustakaan UPI hendaknya membuat suatu konsep baru bagi setiap pengunjung yang datang ke perpustakaan tersebut, yakni dengan menyuguhkan computer yang mempunyai system perpustakaan digital tidak hanya ada empat unit saja, tetapi bisa (10 unit), bisa dipasang disetiap sudut ruangan perpustakaan itu, karena ada kecenderungan malas dari pengunjung itu sendiri untuk menggunakan system perpustakaan digital yang hanya ada empat unit computer saja dan letaknya itupun hanya ada di bagian tengah ruangan perpustakaan saja.
Pihak pengelola bisa menggunakan tiga komponen dasar strategi :
1) pertama, kreativitas untuk mengaplikasikan teknologi dan memahami apa yang dibutuhkan dari setiap pengunjung yang datang (need oriented)
2) kedua, kapabilitas organisasi (apakah ada kemampuan untuk mengahasilkannya, termasuk dukungan sumberdaya);
3) ketiga, pemahaman terhadap kompetisi (bagaimana mempertahankan sitem yang baru yang bisa berkompetisi untuk bisa lebih baik lagi) yang perlu ditingkatkan dalam mendukung kualitas layanan prima (dalam konsep manajemen jepang itu adalah “kaizen” yang artinya penyempurnaan) tentunya diharapkan akan terus ada proses penyempurnaan dari pelayanan yang ada di perpustakaan UPI itu sendiri.
Pihak pengelola perpustakaan juga bisa menggunakan beberapa elemen kunci mengenai perpustakaan digital yaitu : pengadaan electronic databases, identifikasi dan organisasi akses ke web material, konversi analog material ke digital format, web-based sevice (reservasi, reference), pengumpulan dan pengorganisasian digital record, pembangunan on-demand electronic delivery, dan customized literature services. Yang bisa mendukung kemajuan system perpustakaan digital
Pemecahan masalah dari aspek social
Keberlakuan system yang berjalan di UPI ini (peraturan yang berlaku) bisa menggerakan kepedulian social semua civitas akademika yang didukung dengan adanya pemimpin, sehingga di perpustakaan UPI ini bisa dengan efektif menggunakan system perpustakaan digital.
Pemecahan masalah dari aspek ekonomi
Mengenai masalah biaya/ekonomi, UPI itu kan menganut system BHMN (Badan Hukum MIlik Ngara) yang nantinya kan dipersiapkan menjadi BHP (Badan Hukum Pendidikkan) yang dituntut harus bisa mengelola dapurnya sendiri. Pihak pengelola pepustakaan bisa mengusulkan kepada rector UPI itu sendiri agar ada dana yang dialokasikan khusus untuk pengembangan perpustakaan. Jangan anggap remeh tentang keberadaaan perpustakaan itu sendiri, karena “buku adalah gudangnya ilmu”.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Perpustakaan adalah Library, yang berasal dari kata latin liber atau libri yang artinya Buku. Dalam bahasa belanda perpustakaan disebut juga bibliotheek, dan bahasa Perancis bibliotheque. Semua istilah ini berasal dari kata biblia dari bahasa Yunani yang artinya tentang buku, kitab.
Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1atau off dan on (bilangan biner). Sistem kerja digital tidak lepas dari pengaruh electron yang mengalir menuju proton, sehingga prinsip kerja dari digital dimanfaatkan sebagai sistem penjegal atau pengatur dari tenaga lairan elektron ke proton.
Perputakaan digital adalah sebuah sistem perpustakaan yang mengunakan elektronik dalam menyampaikan informasi dari sumber yang dimiliki. Media elektronik yang digunakan dapat diartikan secara luas seperti melalui computer, telepon internet dan sebagainya.
Perpustakaan Digital merupakan sekumpulan kegiatan yang menggabungkan koleksi-koleksi, layanan dan sumber daya manusia untuk mendukung penuh siklus penciptaan, diseminasi, pemanfaatan dan penyimpanan data informasi, serta pengetahuan dalam segala bentuk format yang telah dievaluasi, diatur, diarsip dan disimpan.
Juga perpustakaan Digital merupakan konsep penggunaan internet atau intranet dan teknologi informasi dalam manajemen perpustakaan.
Penerapan sistem perpustakaan digital ini akan sangat membantu pustakawan dan para pengguna perpustakaan. Bagi pustakawan, sistem ini akan sangat membantu pekerjaan mereka melalui fungsi-fungsi otomasi yang tersedia, sehingga proses pengelolaan perpustakaan akan menjadi efektif dan efisien. Sistem ini juga sangat membantu pengguna perpustakaan dalam mengakses semua informasi yang tersedia pada database perpustakaan.

4.2 Saran
Saran dari penulis :
Untuk pihak rector sebagai pemimpin sistem yang beredar di UPI ini, hendaklah menggunakan kebijakan yang benar-benar bijak yang tentunya bisa membangun mutu/kwalitas pendidikan yang ada di UPI pada khususnya.
Beri perhatian khusus untuk kemajuan perkembangan teknologi yang mendukung untuk perbaikan mutu pendidikan khususnya di perpustakaan. Rektorat bisa menggunakan kebijakan yang semestinya pada tempatnya.
Untuk semua civitas akademika, Efektifkanlah Sistem Perpustakaan Digital (Digital Library System) yang ada di UPI ini untuk menunjang proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Achmad Nizar Hidayanto, Harry Budi Santoso, Rizal F. Aji, Stephane Bressane. Community Access Point in Indonesia: Improving Access to Quality Information and Promoting Local Potensials. Proceeding of Internation Conference on EBusiness. 2006.
Effendi Ridwan. Malihah Elly. 2007. Panduan Kuliah pendidikan lingkungan Sosial, Budaya, dan Teknologi. Bandung : CV. Yasindo Multi Aspek dan value Press Bandung.
Digital Library Federation, “A working definition of digital library [1998]”,
Heri Kurniawan, Rizal F. Aji dan Zainal A. Hasibuan. Information Resource Sharing based on Multiplatform Library Network. Proceeding of The 2nd International Conference on Educational Technology. 2006.
Rizal F. Aji, Heri Kurniawan dan Zainal A. Hasibuan. Adaptive System for Libraries
Integration Case Study: University of Indonesia’s Libraries. Proceeding of The 8th International Conference on Information Integration and Webbased Applications and Services. 2006.
Shirky C. Modern P2P Definition.
Taylor, Ian J. From P2P to Web Services and Grids. Springer. 2005
Weibel, S., The Dublin Core: A simple content description format for electronic resources. NFAIS Newsletter, 1998
William Arms. “Digital Libraries”. MIT Press. 2000.
Wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Peertopeer
http://www.diglib.org/about/dldefinition.htm, accessed May 20th, 2010
http://www.openp2p.com/pub/a/p2p/2000/11/24/s hirky1whatisp2p. html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: