MANAJEMEN PESERTA DIDIK

before u take this matery pls click this link ok..:
please check n click that link…
i’ll so happy if u would click that link… nice be ur friends…
tolong di klik ya linknya, trimakasih

1.Pengertian manajemen peserta didik.

Berdasarkan asal kata pengertian manajemen peserta didik merupakan penghubungan dari kata manajemen dan peserta didik.manajemen sendiri dapat diartikan suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian / pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.

Pengertian peserta didik itu sendiri menurut ketentuan umum undang-undang RI no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

Peserta didik adalah individu yang mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan dengan bakat, minat, dan kemampuannya agar tumbuh dan berkembang dengan baik serta mempunyai kepuasaan dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh pendidiknya.

2 . Tujuan, fungsi dan Prinsip manajemen peserta didik.

Tujuan Manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan yang menunjang proses pembelajaran dilembaga pendidikan(sekolah).Proses pembelajaran dilembaga tersebut (sekolah) dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan konstribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.

Fungsi Manajemen peserta didik adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri se_optimal mungkin, baik yang berkenan dengan segi_segi  individualitasnya, segi sosial, aspirasi, kebutuhan dan segi_segi potensi peserta didik lainya.

Agar tujuan dan fungsi manajemen peserta didik dapat tercapai. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan nya. Prinsip_prinsip yang dimaksud ialah:

  • Dalam mengembangkan program manajemen kepeserta didikan, penyelenggara harus mengacu pada peraturan yang berlaku pada saat program dilaksanakan.
  • Manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian keseluruhan manajemen sekolah.maka harus mempunyai tujuan yang sama dan mendukung terhadap tujuan manajemen sekolah secara keseluruhan.
  • Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengembangkan misi pendidikan dan dalam rangka mendidik peserta didik.
  • Kegiatan manajemen peserta didik haruslah dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik.
  • Kegiatan manajemen peserta didik haruslah fungsional bagi kehidupan peserta didik, baik disekolah lebih-lebih dimasa depan.

3. Ruang lingkup manajemen peserta didik.

Semua kegiatan disekolah pada dasarnya ditunjukan untuk membantu peserta didik mengembangkan dirinya.Upaya itu akan optimal jika peserta didik itu sendiri berupaya aktif mengembangkan diri sesuai dengan program_program yang dilakukan sekolah.oleh karena itu sangat penting untuk menciptakan kondisi agar peserta didik dapat mengembangkan diri secara optimal. Sebagai pemimpin di sekolah, kepala sekolah memegang peran penting dalam menciptakan kondisi tersebut.

Dengan demikian manajemen  peserta didik itu bukanlah dalam bentuk pencatatan data peserta didik saja, malainkan meliputi aspek yang lebih luas yang secara operasional dapat digunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan disekolah.

Ruang lingkup Manajemen peserta didik itu meliputi:

A)Analisis kebutuhan peserta didik.

Langkah pertama dalam kegiatan manajemen peserta didik adalah melakukan analisis kebutuhan yaitu penetapan siswa yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan(sekolah). Kegiatan yang dilakukan dalam langkah ini adalah :

  • Merencanakan jumlah peserta didik yang akan diterima.

Penentuan jumlah peserta didik yang akan diterima perlu dilakukan sebuah lembaga pendidikan,agar layanan terhadap peserta didik bisa dilakukan secara optimal. Besarnya jumlah peserta didik yang akan diterima harus mempertimbangkan hal-hal berikut:

v  Daya tampung kelas atau jumlah kelas yang tersedia.

v  Rasio murid dan guru.

  • Menyusun program kegiatan kesiswaan.

Penyusunan program Kegiatan bagi siswa selama mengikuti pendidikan di sekolah harus didasarkan kepada:

  • Visi dan misi lembaga pendidikan (sekolah) yang bersangkutan.
  • Minat dan bakat peserta didik.
  • Saran dan prasarana yang ada.
  • Anggaran yang tersedia.
  • Tenaga kependidikan yang tersedia.

B)   Rekruitmen peserta didik.

Rekruitmen peserta didik disebuah lembaga pendidikan (sekolah ) pada hakekatnya ialah proses pencarian, menentukan dan menarik pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga pendidikan(sekolah)  yang bersangkutan. Langkah-langkah rekruitmen peserta didik (siswa baru) adalah sebagai berikut:

  • Ø Pembentukan panitia Penerimaan siswa baru. Pembentuk panitia ini disusun secara musyawarah dan terdiri dari semua unsur guru, tenaga tata usaha dan dewan sekolah/komite sekolah.
  • Ø Pembuatan dan pemasangan pengumuman penerimaan peserta didik baru yang dilakukan secara terbuka, pengumuman penerimaan siswa baru ini.

C)   Seleksi peserta didik.

Seleksi peserta didik adalah kegiatan pemilihan calon peserta didik untuk menentukan diterima atau tidaknya calon peserta didik menjadi peserta didik di lembaga pendidikan(sekolah) tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Seleksi peserta didik penting dilakukan terutama bagi lembaga pendidikan (sekolah) yang calon peserta didiknya melebihi dari daya tampung yang tersedia dilembaga pendidikan (sekolah) tersebut.

D)   Seleksi Peserta didik.

Orientasi peserta didik (siswa baru) adalah kegiatan penerimaan siswa baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan atau sekolah tempat peserta didik itu menempuh pendidikan. Situasi dan kondisi ini menyangkut lingkungan fisik sekolah dan lingkungan sosial sekolah. Lingkungan fisik sekolah seperti jalan menuju sekolah, halaman sekolah, tempat olahraga, gedung dan perlengkapan sekolah serta fasilitas-fasilitas lainya yang disediakan lembaga. Sedangkan lingkungan sosial sekolah meliputi kepala sekolah, guru-guru,tenaga TU, teman sebaya, kakak kelas, peraturan atau tata tertib sekolah, layanan_layanan sekolah bagi peserta didik serta kegiatan_kegiatan dan organisasi kesiswaan yang da di lembaga.

v  Agar peserta didik dapat mengerti dan menaati segala peraturan yang berlaku.

v  Agar peserta didik dapat berpatisapi aktif dalam kegiatan_kegiatan  yang diselenggarakan sekolah.

v  Agar peserta didik siap menghadapi lingkungannya yang baru baik secara fisik, mental dan emosional sehingga ia merasa betah dalam mengikuti proses pembelajaran disekolah serta dapat menyesuaikan dengan kehiddupan sekolah.

E)   Penempatan  Peserta didik ( Pembagian kelas).

Sebelum peserta didik yang telah diterima pada sebuah lembaga pendidikan (sekolah) mengikuti proses pembelajaran, terlebih dulu perlu ditempatkan dan dikelompokan dalam kelompok belajarnya.

F)   Pencatatn dan pelaporan.

Pencatatan dan pelaoparan tentang peserta didik disebuah lembaga pendidikan sangat dibutuhkan. Kegiatan pencatatan dan pelaporan ini dimulai sejak peserta didik itu diterima disekolah tersebut  sampai mereka tamat atau meninggalkan sekolah tersebut. Pencatatan tentang kondisi peserta didik perlu dilakukan optimal pada peserta didik. Sedangkan pelaporan dilakukan sebagai wujud tanggung jawab lembaga agar pihak-pihak terkait dapat mengetahui perkembangan peserta didik dilembaga tersebut.

G)   Kelulusan dan alumni.

Proses kelulusan adalah kegiatan paling akhir dari manajemen peserta didik. Kelulusan adalah pernyataan dari lembaga pendidikan (sekolah) tentang diselesaikannya program pendidikan yang harus diikuti oleh peerta didik.

Setelah peserta didik selesai mengikuti seluruh program pendidikan disuatu lembaga pendidikan dan berhasil mengikuti seluruh program pendidikan disuatu lembaga pendidikan dan berhasil lulus dan ujian akhir. Maka kepada peserta didik tersebut diberikan surat keterangan lulus atau sertifikat. Umumnya surat keterangan tersebut sering disebut ijasah atau surat tanda tamat belajar (STTB).

Ketika peserta didik sudah lulus, maka secara formal hubungan antara peserta didik dan lembaga telah selesai. Namun demikian, diharapkan hubungan sekolah dan alumni ini, lembaga pendidikan (sekolah) bisa memanfaatkan hasil-hasilnya. Lembaga pendidikan bisa menjaring berbagai informasi.

Hubungan antara sekolah dengan para alumni dapat dipelihara lewat pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh para alumni, yang biasa disebut “Reuni” . bahkan setiap lembaga pendidikan ada organisasi alumninya.

Misalkan IKA (ikatan alumni).

4. Layanan khusus yang menunjang Manajemen Peserta didik.

a)    Layanan bimbingan dan konseling.

b)    Layanan perpustakaan.

c)    Layanan kantin.

d)    Layanan kesehatan.

e)    Layanan Transportasi sekolah.

f)     Layanan asrama.

Advertisements

One response to this post.

  1. Posted by ida faridah on March 22, 2012 at 3:28 pm

    terimakasih ya makalah nya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: