HUBUNGAN KTSP DENGAN P.U.U.P DALAM JENIS PENDIDIKAN

HUBUNGAN KTSP DENGAN PERUNDANG.-UNDANGAN PENDIDIKAN DALAM JENIS PENDIDIKAN

 

Pada praksisnya pendidikan kontemporer, perubahan-perubahan itu menggiring pada dianutnya paradigma baru, baik yang menyangkut visi maupun aksi dalam pelaksanaan dan pengelolaan pendidikan. Hal ini disebabkan makin kompleks dan kompetitifnya kehidupan pada era globalisasi dewasa ini. Akibatnya, sekolah yang sekadar menjalankan fungsi transmisi pengetahuan menjadi tidak memadai lagi memenuhi tuntutan kehidupan masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing pendidikan.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disikapi secara kurang bijaksana oleh para pelaku pendidikan. Diantaranya, masih banyak dijumpai adanya anggapan KTSP adalah kurikulum baru yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Sebagai konsekuensinya implementasi kurikulum yang berlaku sebelumnya harus pula dibenahi atau dirombak. Anggapan inilah yang menimbulkan sikap apriori dan penolakan secara psikologis terhadap perubahan (Suhadi, 2006).

Dalam konteks Peraturan Mendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Pendidikan (dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan/SKL) menginisiasi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Alih-alih mereformasi KTSP, sekadar kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di mana pedoman dan alat ukur keberhasilannya tetap sentralistik.

 

UNDANG-UNDANG TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL NO 20 TAHUN 2003.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Pada ayat ke-9 bahwa:

Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

BAB II

DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN

Pasal 2

Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

 

Pasal 3

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

 

BAB III

PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Pasal 4

(1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.

(2) Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan system terbuka dan multimakna.

(3) Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.

(4) Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.

(5) Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.

(6) Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

 

BAB VI

JALUR, JENJANG, DAN JENIS PENDIDIKAN

Bagian Kesatu

Umum

 

Pasal 15

Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi,

keagamaan, dan khusus.

 

Hubungan KTSP dengan Pendidikan dan Perundang-undangan Pendidikan pada Jenis Pendidikan (Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi,

keagamaan, dan khusus).

 

  • Mempunyai hubungan yang sangat erat sekali karena, aturan yang dibuat untuk pendidikan itu ada pada perundang-undangan pendidikan sehingga tidak bisa membuat aturan pendidikan semena-mena karena semuanya itu telah diatur pada undang-undang.
  • KTSP digunakan pada saat sekarang itu ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing apabila dibandingkan dengan kurikulum yang pernah ada sebelumnya. Peraturan Perundang-undangan Pendidikan  sangat berpengaruh sekali terhadap keberhasilan dari kurikulum KTSP, tanpa adanya aturan yang khusus mengenai KTSP maka, akan bisa mewujudkan tujuan bangsa Indonesia yakni ; “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: