Budaya yang hilang atau hanya tenggelam ?

Tentang indonesia yang harum akan kekayaannya, tapi pada faktanya Indonesia bukan seorang yang “handal” yang bisa mengolahnya…

Budaya ada karena seiring dengan pertumbuhan pendidikan yang berkualitas, tanpa adanya pendidikan tak akan pernah terbentuk suatu kebudayaan yang bisa dibanggakan, karena meeka sendiri tidak ada kebanggaan untuk  menjadi dirinya sendiri, padahal apabila kita mengacu pada teori “maslow” bahwa manusia yang akan menjadi manusia seutuhnya adalah manusia yang bisa menjadi dirinya sendiri (self actualisation).

Manusia selalu terhimpit dengan berbagai kebutuhannya, terutama kebutuhan fisik karena pada kenyataannya manusia ada di dunia. Mereka tidak akan pernah berhenti sebelum kepuasan yang mereka inginkan bisa tercapai, begitu relatifnya kehidupan ini saya fikir, selalu ada klasifikasi dalam kehidupan yang terjadi, disadari maupun tak disadari seperti inilah kehidupan.

Indonesia?

Pertanyaan yang simple bagi diri saya sendiri, apa yang harus saya banggakan menjadi orang indonesia?  Indonesian?

Apakah hal itu bisa dilihat dari sisis materi? Apakah dari sisi non-materi?

Indonesia yang bersimbol “Bhineka tunggal ika” dengan berbagai ragam kbudayaanya, tapi pada massa ini yang terjadi apakah generasi yang sekarang masih berbangga dengan “bineka tunggal ika” atau hanya simbol belaka yang akan punah perlahan?

Sebenarnya apakah ada kebudayaan yang seutuhnya murni “budaya indonesia”?

Saya masih belum puas dengan pengetahuan saya yang sekarang, masih banyak informasi yang harus saya gali mengenai “Indonesia” , bagi saya Indonesia adalah merupakan harta karun yang sudah terkubur berabad-abad. Saya membnutuhkan alat yang tepat untuk bisa menggali harta karun itu, dengan terbatasnya usia saya di dunia, saya pasti harus memikirkan bagaimana bisa menguak harta karun itu secara berkelanjutan, tapi mungkin saja saya adalah seorang penerus yang meneruskan penemuan artefak-artefak terdahulu.

Sekarang kita merujuk pada salah satu fenomena kehidupan, orang jepang, korea pergi ke amerika untuk study tapi mereka tidak pernah melupakan kebudayaannya (jatidirinya), ketika mereka selesai study di sana mereka sama sekali tidak membawa kebudayaan Amerika di negara tercintanya sendiri, coba bandingkan dengan orsng-orang Indonesia..? (apa yang terjadi) orang indonesia yang pergi ke luar negeri atau katakanlah Amerika mereka sudah menjadi bukan orang indonesia lagi, dari ujung rambut sampai ujung kaki dan semua perilakunya itu semua berbau amerika, dia begitu bangga menjadi orang dinegara lain.. (aneh skali ya?), padahal sejatinya dia adalah orang indonesia (indonesian people), hargai budayanya karna itu sama saja ia akan menghargai dirinya sendiri, budaya adalah kehormatan bagi dirnya sendiri, junjung tinggi budaya, lestarikan budaya.

Budaya adalah jati diri suatu bangsa , dengan melihat kebudayaan itu maka akan terpancarlah cerminan kehormatan suatu bangsa….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: