ceRita indRa

Cerita indRA…

Sekilas… ta trasa tubuhku tlah menginjak dunia ini slama 21 th…

Kakiku ini tlah berlari-lari menapaki bumi…

Tlah mengidap nikmatnya oksigen selama ini, how do u felt?

Hmmm…..

Tanpa seringnya diri ini merasa bersyukur…

Hmm…

Memang harus banyak merenungi tapak diri ini!

Sampai kapan aku mau terus berpura-pura slama ini ta pernah datang kenikmatan dan kbahagiaan?

Kenapa mesti aku ini terus ada dalam larutnya kesedihan..

Yg ta kunjung usai…

Jangan cengeng hey!

Bentak diri kamu agar dewasa!

Cepat bangun dari lara yang dikira-kira..

Itu hanya hayalan sementara..

Ayoo… dunia sudah menunggu mu….

Semangat, truss, semangat…

Jangan menyerah..

Your Life must go on….

Aku, sedingin apa diri ini..?

Tetesan embun menguap menyebar bersatu bersama awan di atas sana

Menyerawak bebas menerjang cakrawala antah-berantah yang tak berbentuk

Sinar mentari yang hangat masih tetap tak bisa mencairkan keadaan raut muka yang tanpa disertai sebuah  ekspresi

Datar abstraktif, pancaran wajahnya…

Tanpa banyak bicara dia melakukan segala perintah dari ibunya

Hanya anggukan kepala yang ia perlihatkan yang tak disertai dengan kata-kata apapun

Kosong…

Tatapannya itu selalu terkesan seakan-akan ia dalam keadaan kosong

Banyak orang mengesankan bahwa baru kali pertama mereka melihat keadaan seperti itu

Sebenarnya…

Dalam faktor apakah ia terjerambak sebuah adat yang berkesan tak sama?

Apa hal itu bisa disebut dangan sebuah takdir?

Suatu hal yang kekal yang tak akan mampu di rubah dalam berbagai cara apapun…

Berawal dari pertanyaan
Yang menggelitik prasaan,
Rasa-rasanya slalu penasaran,
Sebelum hati ini mendapat jawaban,
Yang bisa menenangkan batin,
Aku slalu menyembunyikan itu…
Suatu perasaan yang sebetulnya sangat membuat aku gusar,
Dikelap-malam,
Diketika petang datang,
Saat cahaya shubuh menjelang,
Jawabannya…
Slama akal dan fikiran aku sampai diseberang pemahaman,
Ia takan mengeluh tentang rasa yang kalah,
Kalah karna tak mendapatkan
Pemahaman..
Ketenteraman,
Menuju kedamaian…

15, agustus-2010

Hidup dalam kesepian merupakan kebahagiaan,
Hidup dalam keramaian adalah kenestapaan,
Keramaiaan mengajari aku untuk menjadi
Orang lain,
Tapi
Kesepian
Menghardik diri ini bagaimana
Susahnya mencari jati-diri,
Kehidupan yang berujung pada usia,
Sekedar merata ada di dunia,
Kesepian mengajak aku menemukan
Setiap makna
Dari symbol-simbol kehidupan
Symbol yang bisa berbicara berbagai bahasa dan
Bisa dibicarakanberbagai rasa,
Yang bisa menuntun kemudian…
Menjelma menjadi suatu
Perumpamaan yang sulit dicerna oleh otak yang dangkal
Yang dibarengi hati yang busuk tertutup rapat,
Tapi kebusukannya itu..
Hanyalah sekedar rasa,
Yang pastinya
Akan terasa jua….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: